Rabu, 20 November 2013

The Host (2013)



Film ini diadaptasi dari sebuah novel bestseller karya Stephenie Meyer yang berjudul ‘The Host’. Penulis yang sudah dikenal banyak orang ini masih mengandalkan cerita cinta remaja yang kali ini dilatar belakangi cerita fiksi ilmiah. Dasarnya memang tetap bertahan pada genre romantis-fantasi yang tidak berbeda jauh dengan karya Stephenie Meyer sebelumnya. Melihat Stephenie Meyer yang sudah menghasilkan karyanya dengan ‘The Twilight Saga’, menyebabkan banyak sekali pendapat mengenai film ini. Ini merupakan film fiksi ilmiah yang tidak bisa dianggap remeh, meskipun bagi sebagian orang banyak yang membandingkan film ‘The Host’ dengan karya Stephenie Meyer sebelumnya. Bagi saya sendiri, ‘The Host’ memiliki keunikan tersendiri dari segi cerita.
Film ini bercerita mengenai bumi yang sudah dikuasai oleh makhluk asing yang bernama Soul Dimana manusia menjadi tubuh inang makhluk asing yang bersemayang di dalam tubuh manusia. Ras manusia diancam kepunahan, pikirannya dikuasai makhluk asing, sementara tubuhnya masih hidup dikendalikan pikiran itu. Namun tidak semuanya bisa dikendalikan, ada beberapa inang yang tak bisa menguasai ingatan, salah satunya adalah Melanie Stryder (Saoirse Ronan). Soul yang bernama Wanderer berusaha menguasai inang Melanie Stryder tersebut, sementara Melanie sendiri berusaha mengusir Soul dengan kekuatan ingatannya. Dalam pelariannya untuk menghindar dari para pencari jiwa, Melanie bertemu kembali dengan Jared Howe (Max Irons), kekasihnya yang belum terjamah Soul dalam keadaan dirinya sudah dikuasai inang. Akankah Melanie mampu menghadapi kenyataan bahwa Jared sudah tidak menganggapnya hidup? Akankah Melanie sanggup menerima kenyataan bahwa Wanderer mulai menyukai Jared Howe? Disinilah kisah romansa mereka terjadi. Kisah romansa yang tidak hanya terjadi diantara Melanie dan Jared, tetapi juga melibatkan Wanderer dan Ian O’Shea (Jake Abel).
Plot ceritanya memang terkesan sangat melankolis. Tidak semua kalangan dapat menyukai film dengan jenis seperti ini, apalagi jika sebelumnya banyak orang yang sudah terlanjur benci dengan cerita Stephenie Meyer. Dari kempat film sebelumnya, Meyer memang mengandalkan dunia fantasi vampir dan serigala dari keempat bukunya, The Twilight Saga. Menurut saya ada keterkaitan yang sangat dominan antara ‘The Twilight Saga dengan The Host. Kedua film itu sama-sama menunjukan sisi feminitas dari karakter Stephenie Meyer sendiri. Meskipun pada kenyataannya ‘The Host’ tidak semelankolis ‘The Twilight Saga’. ‘The Host’ jauh bisa dijangkau oleh para penonton yang menyukai film science fiction. Bahkan tanpa membaca bukunya seseorang bisa menikmati film ini tanpa ribet membandingkannya dengan film Stephenie Meyer yang lain. Great!
9/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar