Senin, 18 Februari 2013

The Dark Knight Rises (2012)



Sejujurnya dari segi cerita tak ada kesan yang lebih baik setelah menyaksikan film ini jika harus dibandingkan dengan film sebelumnya, The Dark Knight (2008). Namun, bukan berarti film ini masuk ke dalam kategori film yang jelek. Sekalipun kesan ceritanya tidak sama dengan setelah menonton The Dark Knight, film ini masih memiliki kualitas yang sangat bagus jika dibandingkan dengan film-film aksi lain yang tidak memiliki kadar cerita yang baik.
Film ini jauh memiliki adegan-adegan aksi yang lebih dahsyat, cerita yang lebih berat, pemain yang lebih banyak dan durasi yang lebih lama. Cerita dalam film ini terjadi setelah 8 tahun berlalu dari The Dark Knight (2008). Batman/Bruce Wayne (Christian Bale) bersembunyi dalam pelariannya untuk menanggung kesalahan Harvey Dent 8 tahun yang lalu dan menjadi incaran polisi Kota Gotham. Namun, saat Bane (Tom Hardy) melakukan kejahatan dan menyebarkan terror ke seluruh Kota Gotham, Batman dituntut untuk kembali dan menyelamatkan Kota Gotham dan membenarkan kasus Harvey Dent yang menyudutkannya.
Berkomentar mengenai pemainnya, Christian Bale masih bermain cukup bagus tanpa adanya pengurangan dan peningkatan, dan saya rasa tidak ada yang mampu menyaingi kemampuan Joker yang diperankan dengan sangat baik oleh Heath Ledger, bahkan Bane (Tom Hardy) sekalipun. Sementara Selina Kyle/Catwoman yang diperankan oleh Anne Hathaway, hanya sebagai pemanis saja tanpa adanya kesan yang baik. Menurut saya yang paling menarik perhatian adalah John Blake, yang diperankan dengan sangat menarik oleh Joseph Gordon-Levitt, John Blake terlihat sangat tangguh di film ini, dia sangat mencuri perhatian. Sisanya karakter-karakter lain yang cukup banyak _meski semuanya memiliki peranan yang sangat penting untuk film ini, tidak semuanya mampu membuat saya jatuh hati.
Film ini memiliki cerita yang paling tinggi dan cukup berat. Jelas ini merupakan ciri khas karya sutradara, Christopher Nolan. Film Nolan yang saya tonton sebelumnya adalah ‘Inception’, yang juga memiliki cerita yang tidak mudah untuk dimengerti. Apapun alasan kekurangan dan kelebihan film karya Nolan, saya sudah terlanjur cinta denga karya Chritopher Nolan. Hebat!
8/10

Sabtu, 16 Februari 2013

What to Expect When You’re Expecting (2012)



Film yang sama sekali tidak pernah saya bayangkan untuk menontonnya. Film yang saya dapatkan dari seorang teman dan langsung merekomendasikannya kepada saya.
Film ini bukanlah diangkat berdasarkan novel ataupun cerpen, melainkan diadaptasi dari sebuah self-help book atau buku motivasi diri yang laris, karya Heidi Murkoff dan Sharon Mazel. Bahkan buku ini menjadi salah satu dari 25 buku yang paling berpengaruh atau ’25 Most Influential Books’ versi USA Today. Mestinya film ini memang keren dan menarik.
Film ini diisi oleh bintang-bintang yang punya nama cukup besar di Hollywood. Dibarisan aktrisnya ada Cameron Diaz, Jennifer Lopez, Elizabeth Banks, Anna Kendrick, Brooklyn Dekker, dan  untuk barisan aktornya ada Chace Crawford dari ‘Gossip Girl’, Matthew Morrison, Rodrigo Santoro, Joe Manganiello, Dennis Quaid dan Chris Rock. Sama seperti bukunya, film ini mengangkat permasalahan-permasalahan yang ada didalam bukunya mengenai sejumlah pasangan di Atlanta yang sedang menghadapi problematika seputar kehamilan. Ada pasangan selebritis yang tengah menghadapi masa kehamilan dan bagaimana mengatasinya agar tidak mengganggu kegiatan keartisannya, ada pasangan seorang pengusaha butik yang harus menikmati masa kehamilan berbarengan dengan mertua mudanya yang juga tengah hamil, ada pasangan muda yang berkaitan dengan keguguran, ada lagi pasangan yang tak kunjung dikaruniai keturunan. Disamping mereka, ada lagi satu grup ayah pengasuh yang selalu berkumpul di taman kota. Beberapa karakter ini saling berhubungan dengan satu jalinan cerita yang sama. Kehamilan dan peran orang tua.
Cerita dalam film ini dibuat dengan sangat fresh dan segar. Tidak terlalu menggurui dan tidak terlalu menasihati. Lebih mengutamakan cara yang asyik untuk disampaikan dengan komedi-komedi lucu yang menghiasinya. Banyak permasalahan-permasalahan yang diutarakan dengan sederhana, namun memberikan jawaban yang tepat untuk dipelajari. Walaupun sebenarnya cerita problematika dalam bukunya adalah sesuatu yang sangat serius mengenai saran dan pengetahuan umum untuk para orang tua dan para calon orang tua, dari masalah kehamilan, keguguran, adopsi anak dan hubungan antar keluarga. Namun, semua itu dikemas secara lebih ringan. Hingga mampu membuat penonton tertawa bersama. Ceritanya memang sangat fresh dan segar.
7/10