Rabu, 16 Januari 2013

Modus Anomali (2012)


Satu lagi film karya sutradara favorit saya, Joko Anwar, setelah dua film karya Joko Anwar sebelumnya, Janji Joni (2005) dan Pintu Terlarang (2007), mampu membuat saya begitu terkesan. Hal yang paling menarik dari karya Joko Anwar adalah ide cerita yang unik dan orisinil serta kemasan cerita yang baik dan berbeda dari film-film kebanyakan di Indonesia. Kali ini Joko Anwar membawa saya pada suasana yang sangat mencekam dan mengerikan dalam film terbarunya “Modus Anomali”. Melalui film ini Joko Anwar mencoba menyampaikan sesuatu yang sangat sederhana namun mengemasnya dengan sangat indah dan penuh kejutan.
Seorang pria yang bernama John Evans (Rio Dewanto) terbangun dan menemukan dirinya dalam kesendirian di tengah hutan yang lebat. Dia menemukan sebuah tempat peristirahatan dan disanalah dia mengetahui melalui rekaman sebuah video bahwa istrinya telah dibunuh secara mengenaskan dan kedua anaknya telah menghilang. Situasi tersebut membuatnya dilanda kebingungan dan dipenuhi dengan sejuta pertanyaan yang menyerang dirinya. Kepanikan mulai menyergapnya. Dia harus menemukan kedua anaknya dan harus bertahan dari kejaran si pembunuh sadis itu. Pikirannya semakin dipenuhi ketakutan dan kengerian. Dengan segala kekuatan yang ada dalam dirinya, dia terus berusaha untuk bisa selamat dari cengkeraman si pembunuh itu.
Joko Anwar memang hebat. Melalui karakter  John Evans, saya seperti diajak untuk menemukan kepingan puzzle-puzzle yang saling berserakan, terkadang merasa tersesat, terkadang merasa ketakutan, terkadang merasa pesimis. Joko Anwar mampu membuat atmosphere hutan yang hijau menjadi sebuah tempat yang sangat mencekam sekaligus mengerikan. Dan dengan cerita yang sangat sederhana seperti ini, Joko Anwar memberikan twist yang brilian dan sangat mengejutkan. Semua pertanyaan yang merasuki saya selama menonton film ini terjawab dari beberapa adegan yang ditampilkan dimenit-menit terakhir film ini. Namun, semuanya tak berhenti sampai disitu. Menurut saya Joko Anwar memberikan banyak kebebasan kepada penontonnya untuk menebak sendiri dan mengartikan sendiri apa yang sebenarnya terjadi dalam film ini. Bahkan mungkin bisa saja pembahasan film ini tidak akan mampu berhenti hanya di ending film ini saja. Bagi saya, dua puluh menit terakhir film ini sesungguhnya sudah memberikan begitu banyak keterangan yang menjelaskan kenapa Joko Anwar memakai judul ‘Modus Anomali’? Kenapa John Evans bisa terkubur ditengah hutan? Ada keterangan yang tak saling berurutan dan terkesan acak-acakan, tetapi semuanya memiliki keterkaitan dalam mengungkapkan apa maksud cerita film ini.
Hebat! Thriller film dari Indonesia yang patut mendapatkan penghargaan.
8/10