Senin, 19 November 2012

Abraham Lincoln: Vampire Hunter (2012)



Film aksi bercampur fantasi. Mengisahkan sebuah rahasia yang terjadi pada Abraham Lincoln (Benjamin Walker) sebelum dia menjabat sebagai Presiden Amerika. Abraham kecil hidup ketika masa perbudakan. Orang kulit hitam dijadikan budak oleh bangsa kulit putih Amerika. Abraham kecil harus menyaksikan sendiri kematian ibunya yang aneh dan tidak masuk akal. Dia beranggapan bahwa seseorang yang memasuki rumahnya dan mendekati ibunya adalah orang yang menyebabkan ibunya meninggal. Dia adalah Jack Barts (Marton Csokas). Sejak itulah dia berusaha untuk melakukan balas dendam terhadap Barts. Baginya tak ada hal yang lebih penting selain membunuh Barts. Namun, siapa yang menyangka bahwa Barts bukanlah manusia pada umumnya. Ada yang mengerikan didalam tubuhnya. Dan Abraham baru bisa mengetahuinya ketika ada seseorang yang bernama Henry Sturges (Dominic Cooper) memberitahunya. Dia baru mengetahui bahwa ada yang tidak beres dengan dunia yang dia tinggali sekarang. Dan salah satu caranya dia harus mematuhi aturan dan perintah Henry Sturges. Abraham Lincoln harus mejadi Pemburu Vampir atau Vampire Hunter, agar dia bisa membalaskan dendamnya terhadap Barts dan memusnahkannya dari dunia.
Visual efeknya cukup bagus. Mengingat ini adalah film fantasi. Sah-sah saja membuat film ini seperti layaknya sebuah komik. Perbedaan vampir disini yang paling mendasar dari vampire-vampir di film lain adalah, dalam film ini sesama vampir tidak bisa saling membunuh atau menghancurkan.
7/10

Sabtu, 17 November 2012

Perahu Kertas (2012)



Satu lagi karya Hanung Bramantyo yang menarik perhatian saya sejak pertama kali diberitakan. Ditambah lagi ini adalah sebuah film yang diadapatasi dari novel karya “Dee” atau Dewi Lestari yang berjudul sama. Melihat perpaduan mereka berdua, saya sangat berharap banyak dari film ini. Tema utama film ini adalah antara mimpi dan realitas kehidupan. Apakah semuanya bisa berdampingan sesuai dengan keinginan kita? Semuanya dikisahkan dengan sangat alami. Dee _yang juga menjadi penulis naskah film ini, menyampaikan dialog-dialognya dengan indah dan sederhana dan tidak terlalu klise dan pasaran.. Tak lengkap rasanya sebuah kisah hidup tidak dibumbui dengan cerita cinta.
Dalam film ini Kugy (Maudy Ayunda) dan Keenan (Adipati Dolken) memiliki hobi yang sama, yaitu mencintai dunia seni yang penuh dengan imajinasi. Mereka berdua sama-sama saling mengagumi dan sama-sama menyimpan perasaan, namun harus berpisah karena sebuah situasi. Diantara mereka berdua ada satu sosok yang menarik perhatian saya dengan aktingnya, dia adalah Reza Rahardian. Penampilannya yang tidak terlalu banyak, tidak membuat dirinya tenggelam dari cerita. Dia terlihat sangat baik dalam memerankan sosok pemimpin perusahaan. Rasanya tidak salah saya memilih film ini sebagai film bagus dari Indonesia. Memiliki jiwa seni atau mimpi yang besar memang harus diimbangi dengan prinsip hidup dan kehidupan sesungguhnya yang nyata. Kadangkala mimpi tidak mampu bersanding dengan realitas. Hanung Bramantyo dan Dee, keduanya hebat!
8/10