Minggu, 16 Desember 2012

Extremely Loud & Incredibly Close (2012)



Jika bukan karena rekomendasi sahabatku, mungkin aku tidak akan pernah menonton film ini. Dengan posternya yang tidak menarik perhatian, dan judulnya _yang bagiku terlalu kepanjangan, jelas menjadi alasan kenapa aku tidak tertarik dan tidak menjadikan film ini sebagai calon film yang akan aku tonton. Tetapi semua itu lenyap ketika sahabatku menawarkan film ini padaku.
Aku akan mencoba menyelami isi film ini. Aku selalu percaya pada sahabatku.
Film ini mengisahkan tragedi 9/11 di New York, Amerika Serikat, dari sudut pandang yang berbeda. Seorang anak yang bernama Oskar Schell (Thomas Horn), berusia 9 tahun, harus menghadapi kenyataan ketika ayahnya, Thomas Schell (Tom Hanks) menjadi korban hancurnya gedung World Trade Center karena serangan teroris. Peristiwa itu menyisakan trauma hebat bagi Oskar. Kedekatannya dengan sang ayah, yang selalu memberikannya pelajaran berpetualang dan mengajarkannya melakukan beberapa ekpedisi-ekspedisi kecil dan ringan, membuat Oskar belum bisa menerima kehilangan sang ayah.
Oskar tidak dapat memahami apa yang sesungguhnya terjadi dengan kehilangan ayahnya. Banyak pertanyaan yang menyerang dirinya ketika semua yang terjadi disekitarnya tidak sesuai dengan logikanya. Dia tidak menemukan alasan yang rasional atas kepergian sang ayah. Dia membutuhkan informasi yang jelas. Namun yang dia dapatkan hanyalah sebuah ketidakpastian. Salah satu yang paling membuatnya frustasi adalah, bagaimana ayahnya bisa dikatakan meninggal ketika jasadnya saja tidak ditemukan? Bagaimana ayahnya bisa dikatakan dikubur padahal tidak ada seorangpun didalam peti mati? Apakah ayahnya terkubur dibawah gedung tinggi itu? Seandainya itu benar, bagaimanakah caranya agar dia bisa bertemu dengan ayahnya? Apakah dia harus memasuki dunia bawah tanah yang dipenuhi orang mati? Apakah dia harus mencari tangga yang menghubungkan dengan dunia bawah tanah?
Oskar yang memiliki jiwa petualang dan ilmu perhitungan yang hebat, memandang segala yang terjadi di dunia ini harus berdasarkan alasan, logika dan perhitungan yang tepat. Oskar sangat berbeda dengan anak-anak yang lain. Dia memang mengidap penyakit asperger atau bisa disebut juga dengan autis. Penyakit itu pula yang membuat Oskar menjadi bersikap menyendiri dan tidak mudah bergaul atau bersosialisasi dengan teman-teman dan keluarganya. Bahkan hubungannya dengan ibunya, Laura Schell (Sandra Bullock) semakin menimbulkan kerenggangan setelah ayahnya meninggal.
Setahun setelah kepergian sang ayah, Oskar akhirnya memberanikan diri untuk memasuki kamar ayahnya. Semua barang yang berhubungan dengan ayahnya masih tersimpan rapi disana. Dia mengambil sebuah kamera tua dan tanpa sengaja memecahkan vas bunga berwarna biru. Dari dalamnya dia menemukan sebuah amplop berwarna kuning yang berisi sebuah kunci dan bertuliskan sebuah nama ‘Black’ diluar amplop tersebut. Oskar mulai menyadari sesuatu. Dia berpendapat kalau ayahnya telah mengirimkan kunci itu untuknya. Maka dia pun mulai berpikiran untuk menemukan seseorang yang bernama “Black’. Dia harus menemukan orang yang bernama ‘Black’ terlebih dahulu untuk mengetahui apa yang dititipkan ayahnya untuknya.
Ekspedisi dan petualangan dimulai. Oskar telah mengumpulkan data orang-orang yang bernama ‘Black’ diseluruh penjuru New York, dan dengan semangat yang tinggi serta dengan kekuatan hatinya dia akan menemui orang-orang itu. Baginya tak ada hal yang lebih penting selain bisa menemukan segala sesuatu yang berhubungan dengan ayahnya. Satu persatu Oskar menyusuri tiap tempat. Semakin banyak orang yang ditemui, maka semakin banyak pula cerita yang dia dapatkan.
Film ini memusatkan ceritanya terhadap perjuangan seorang anak 9 tahun yang juga mengidap autis dalam menghadapi suatu kehilangan akibat terjadinya peristiwa 9/11 yang menelan ribuan jiwa, dan usahanya untuk menyusuri kenangan bersama ayah tercintanya yang meninggal di menara kembar World Trade Center tersebut. Film ini mengemas cerita itu dengan baik. Banyak monolog yang disampaikan oleh Oskar Schell disini. Mungkin sebagian orang akan merasa jenuh saat menontonnya, akan tetapi semuanya itu terbantu dengan akting para pemainnya. Thomas Horn bermain cukup bagus membawakan karakter Oskar Schell. Thomas bisa menciptakan emosi yang sempurna dan menjadikan karakter Oskar Schell ini semakin hidup. Sebab dialah yang bertanggung jawab membawa film ini terlihat nyata. Dia mampu menciptakan kekuatan aktingnya ketika berlawanan dengan Sandra Bullock. Aku sangat terkesan saat melihat adegan pertengkaran emosi antara Thomas Horn dan Sandra Bullock, keduanya terlihat begitu meyakinkan. Mereka berdua mampu membangun chemistry yang kuat sehingga dapat menciptakan emosi yang tepat. Sementara Tom Hanks yang tidak bermain cukup lama disini, mampu menciptakan karakternya dengan sangat apik walaupun tampil hanya sebentar.
Akhir kisah ini sangat mengejutkan. Kekecewaan membuncah begitu kuat ke dalam hati Oskar. Dugaannya salah mengenai kunci itu. Lalu apa arti kunci itu sesungguhnya? Disaat frustasi melandanya, ternyata ada juga sebuah rahasia yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Rahasia itu membuatnya berpikir tentang arti sebuah kehidupan. Membuatnya menyadari betapa kehidupan diluar kehidupannya memiliki cerita kehidupan yang berbeda-beda. Perjalanannya menemui setiap orang dengan latar kehidupan yang beragam, telah membuatnya sadar akan sebuah makna kehidupan yang sesungguhnya. Dia belajar untuk menerima sebuah kehilangan kenangan dan berusaha untuk melanjutkan hidup dengan mengisi kenangan yang baru.
Ya! terkadang kita sering menghakimi diri sendiri mengenai kehidupan kita. Menganggap tak ada kehidupan yang lebih buruk dibandingkan dengan kita. Menganggap bahwa semua orang tidak mengerti dengan perasaan kita. Menganggap semua orang tidak pernah ada yang mau memahami apa yang kita pikirkan dan bayangkan. Semuanya terasa buruk dibayangan mata kita. Diluar hati kita semuanya ilusi yang membodohi. Akan tetapi, Oskar menepis itu semua. Seperti apa yang dia lakukan. Kita harus bisa memahami orang lain sebelum memahami diri sendiri. Kita harus tahu dunia disekeliling kita sebelum menghakimi dunia kita sendiri. Kita harus beradaptasi dengan keadaan disekitar kita sehingga kita tahu kelebihan dan kekurangannya. Kita akan mengetahui bahwa setiap kehidupan tidak ada yang sama. Berjuta-juta kehidupan yang ada didunia tidak akan ada yang memiliki cerita yang sama. Oleh karena itu, bersyukurlah terhadap apa yang menjadi bagian yang terjadi didalam kehidupan kita. Lewatilah dengan sejuta keyakinan untuk tetap menempuh jalan hidup ini dengan semangat. 
8/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar