Jika bukan karena rekomendasi sahabatku,
mungkin aku tidak akan pernah menonton film ini. Dengan posternya yang tidak
menarik perhatian, dan judulnya _yang bagiku terlalu kepanjangan, jelas menjadi
alasan kenapa aku tidak tertarik dan tidak menjadikan film ini sebagai calon
film yang akan aku tonton. Tetapi semua itu lenyap ketika sahabatku menawarkan
film ini padaku.
Aku akan mencoba menyelami isi film ini.
Aku selalu percaya pada sahabatku.
Film ini mengisahkan tragedi 9/11 di New
York, Amerika Serikat, dari sudut pandang yang berbeda. Seorang anak yang
bernama Oskar Schell (Thomas Horn), berusia 9 tahun, harus menghadapi kenyataan
ketika ayahnya, Thomas Schell (Tom Hanks) menjadi korban hancurnya gedung World
Trade Center karena serangan teroris. Peristiwa itu menyisakan trauma hebat
bagi Oskar. Kedekatannya dengan sang ayah, yang selalu memberikannya pelajaran
berpetualang dan mengajarkannya melakukan beberapa ekpedisi-ekspedisi kecil dan
ringan, membuat Oskar belum bisa menerima kehilangan sang ayah.
Oskar tidak dapat memahami apa yang
sesungguhnya terjadi dengan kehilangan ayahnya. Banyak pertanyaan yang
menyerang dirinya ketika semua yang terjadi disekitarnya tidak sesuai dengan
logikanya. Dia tidak menemukan alasan yang rasional atas kepergian sang ayah.
Dia membutuhkan informasi yang jelas. Namun yang dia dapatkan hanyalah sebuah
ketidakpastian. Salah satu yang paling membuatnya frustasi adalah, bagaimana
ayahnya bisa dikatakan meninggal ketika jasadnya saja tidak ditemukan?
Bagaimana ayahnya bisa dikatakan dikubur padahal tidak ada seorangpun didalam
peti mati? Apakah ayahnya terkubur dibawah gedung tinggi itu? Seandainya itu
benar, bagaimanakah caranya agar dia bisa bertemu dengan ayahnya? Apakah dia
harus memasuki dunia bawah tanah yang dipenuhi orang mati? Apakah dia harus
mencari tangga yang menghubungkan dengan dunia bawah tanah?
Oskar yang memiliki jiwa petualang dan
ilmu perhitungan yang hebat, memandang segala yang terjadi di dunia ini harus
berdasarkan alasan, logika dan perhitungan yang tepat. Oskar sangat berbeda
dengan anak-anak yang lain. Dia memang mengidap penyakit asperger atau bisa
disebut juga dengan autis. Penyakit itu pula yang membuat Oskar menjadi
bersikap menyendiri dan tidak mudah bergaul atau bersosialisasi dengan
teman-teman dan keluarganya. Bahkan hubungannya dengan ibunya, Laura Schell
(Sandra Bullock) semakin menimbulkan kerenggangan setelah ayahnya meninggal.
Setahun setelah kepergian sang ayah,
Oskar akhirnya memberanikan diri untuk memasuki kamar ayahnya. Semua barang
yang berhubungan dengan ayahnya masih tersimpan rapi disana. Dia mengambil
sebuah kamera tua dan tanpa sengaja memecahkan vas bunga berwarna biru. Dari dalamnya
dia menemukan sebuah amplop berwarna kuning yang berisi sebuah kunci dan
bertuliskan sebuah nama ‘Black’ diluar amplop tersebut. Oskar mulai menyadari
sesuatu. Dia berpendapat kalau ayahnya telah mengirimkan kunci itu untuknya.
Maka dia pun mulai berpikiran untuk menemukan seseorang yang bernama “Black’.
Dia harus menemukan orang yang bernama ‘Black’ terlebih dahulu untuk mengetahui apa yang dititipkan ayahnya untuknya.
Ekspedisi dan petualangan dimulai. Oskar
telah mengumpulkan data orang-orang yang bernama ‘Black’ diseluruh penjuru New
York, dan dengan semangat yang tinggi serta dengan kekuatan hatinya dia akan
menemui orang-orang itu. Baginya tak ada hal yang lebih penting selain bisa
menemukan segala sesuatu yang berhubungan dengan ayahnya. Satu persatu Oskar
menyusuri tiap tempat. Semakin banyak orang yang ditemui, maka semakin banyak
pula cerita yang dia dapatkan.
Film ini memusatkan ceritanya terhadap
perjuangan seorang anak 9 tahun yang juga mengidap autis dalam menghadapi suatu
kehilangan akibat terjadinya peristiwa 9/11 yang menelan ribuan jiwa, dan
usahanya untuk menyusuri kenangan bersama ayah tercintanya yang meninggal di
menara kembar World Trade Center tersebut. Film ini mengemas cerita itu dengan
baik. Banyak monolog yang disampaikan oleh Oskar Schell disini. Mungkin
sebagian orang akan merasa jenuh saat menontonnya, akan tetapi semuanya itu
terbantu dengan akting para pemainnya. Thomas Horn bermain cukup bagus
membawakan karakter Oskar Schell. Thomas bisa menciptakan emosi yang sempurna
dan menjadikan karakter Oskar Schell ini semakin hidup. Sebab dialah yang
bertanggung jawab membawa film ini terlihat nyata. Dia mampu menciptakan
kekuatan aktingnya ketika berlawanan dengan Sandra Bullock. Aku sangat terkesan
saat melihat adegan pertengkaran emosi antara Thomas Horn dan Sandra Bullock, keduanya
terlihat begitu meyakinkan. Mereka berdua mampu membangun chemistry yang kuat
sehingga dapat menciptakan emosi yang tepat. Sementara Tom Hanks yang tidak
bermain cukup lama disini, mampu menciptakan karakternya dengan sangat apik
walaupun tampil hanya sebentar.
Akhir kisah ini sangat mengejutkan.
Kekecewaan membuncah begitu kuat ke dalam hati Oskar. Dugaannya salah mengenai
kunci itu. Lalu apa arti kunci itu sesungguhnya? Disaat frustasi melandanya,
ternyata ada juga sebuah rahasia yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya.
Rahasia itu membuatnya berpikir tentang arti sebuah kehidupan. Membuatnya
menyadari betapa kehidupan diluar kehidupannya memiliki cerita kehidupan yang
berbeda-beda. Perjalanannya menemui setiap orang dengan latar kehidupan yang
beragam, telah membuatnya sadar akan sebuah makna kehidupan yang sesungguhnya.
Dia belajar untuk menerima sebuah kehilangan kenangan dan berusaha untuk
melanjutkan hidup dengan mengisi kenangan yang baru.
Ya! terkadang kita sering menghakimi
diri sendiri mengenai kehidupan kita. Menganggap tak ada kehidupan yang lebih
buruk dibandingkan dengan kita. Menganggap bahwa semua orang tidak mengerti
dengan perasaan kita. Menganggap semua orang tidak pernah ada yang mau memahami
apa yang kita pikirkan dan bayangkan. Semuanya terasa buruk dibayangan mata
kita. Diluar hati kita semuanya ilusi yang membodohi. Akan tetapi, Oskar
menepis itu semua. Seperti apa yang dia lakukan. Kita harus bisa memahami orang
lain sebelum memahami diri sendiri. Kita harus tahu dunia disekeliling kita
sebelum menghakimi dunia kita sendiri. Kita harus beradaptasi dengan keadaan
disekitar kita sehingga kita tahu kelebihan dan kekurangannya. Kita akan
mengetahui bahwa setiap kehidupan tidak ada yang sama. Berjuta-juta kehidupan yang
ada didunia tidak akan ada yang memiliki cerita yang sama. Oleh karena itu,
bersyukurlah terhadap apa yang menjadi bagian yang terjadi didalam kehidupan
kita. Lewatilah dengan sejuta keyakinan untuk tetap menempuh jalan hidup ini
dengan semangat.
8/10


