Sabtu, 01 Desember 2012

Tree of Life (2011)



Tidak semua kalangan bisa menyukai jenis film seperti ini. Dengan cerita yang tidak mudah dimengerti dan jalan cerita yang rumit, sulit untuk bisa memahami apa isi film ini sesungguhnya. Apalagi sutradara, Terrence Malick, yang juga menjadi penulis naskah film ini, terkenal dengan idealisme dan jalan pikirannya yang membuat penonton tidak mudah begitu saja memahami isi pikiranya yang tidak biasa. Film ini sebenarnya memiliki cerita kehidupan yang tidak jauh berbeda dengan film-film kehidupan yang lain. Hanya saja dalam film ini, Terrence Malick menyampaikannya dengan sangat unik. Sebuah fenomena alam dan interaksi antar makhluk hidup lain selain manusia, semuanya ditampilkan dalam film ini pada tiga puluh menit pertama. Aku sempat dibuat jenuh dan bosan ketika adegan fenomena dan kejadian alam itu muncul. Apa yang sesungguhnya hendak disampaikan sang penulis disini. Jelas itu membuatku heran sekaligus bertanya-tanya. Sekalipun dia menciptakan visualisasi yang memukai disertai narasi puitis yang indah, tetap saja aku tidak cepat mengerti.
Garis besar film ini terpusat pada seorang pria paruh baya yang bernama Jack (Sean Penn), yang berusaha memahami kehidupan. Baginya memahami kehidupan bukanlah sesuatu yang mudah. Diusianya yang sudah tidak muda lagi, dia masih memilki banyak pertanyaan mengenai sebuah kehidupan. Semuanya tidak terlepas dari kehidupan masa kecilnya yang masih membekas. Jack kecil (Hunter McCracken) mendapatkan perlakuan yang baik dan penuh kelembutan dari ibunya, Mrs. O’Brien (Jessica Chastain). Berbanding terbalik dari perlakuan ayahnya Mr. O’Brien (Brad Pitt) yang menanamkan kedisiplinan ketat dan sikap yang keras. Akhirnya membuat jiwanya tidak seimbang. Ditambah lagi dengan pertengkaran kedua orang tuanya yang membuatnya frustasi. Semua itu membawanya pada sebuah titik dimana dia dihadapkan pada kehidupan yang tidak sesuai dengan perkiraannya. Tuhan yang selama ini dia sembah, seakan tidak hadir membantu kehidupannya.  Dia mulai mempertanyakan eksistensi Tuhan. Akan tetapi, saat Jack O’Brien beranjak dewasa. Dia mulai bisa memaafkan sikap ayahnya yang selama ini dia benci. Dia mulai mengarungi kehidupan dengan jalan hidup dan caranya sendiri.
Aku harus berpikir keras untuk dapat mengikuti film ini dengan mudah. Aku harus mengamati setiap gambar yang hadir dan dialog-dialog pendek yang bisa membawaku ke dunia kehidupan Jack. Potongan-potongan gambar kenangan dari masa kecil Jack ditampilkan dengan tidak berlebihan. Dari mulai lahir hingga menjelang remaja, pertumbuhannya, hubungan dengan kedua adiknya, kenakalan remaja, perlakuan orang tua terhadapnya, kebebasan berekspresi, perlawanannya kepada kehdupan yang tidak sesuai dengan hati dan pikirannya, pertanyaan seputar kehidupan, semuanya ditampilkan dengan sangat indah tanpa banyak dialog yang menyertai. Jelas ini bukan film untuk dinikmati disaat pikiran lagi tidak enak. Butuh kesabaran dan hati-hati dalam mencerna film ini. Menurutku itu semua tidak menjadi masalah. Film ini sudah sangat menghibur dengan jalan cerita yang menarik dan pesannya yang berbobot. Dengan visualisai yang tajam mengartikan kejadian alam yang saling berhubungan dengan kehidupan manusia serta dialog-dialog singkat yang dengan jelas menyampaikan sebuah pesan, aku sudah sangat terkesan dengan film ini.
Terakhir aku sangat mengapresiasi aktor remaja yang memerankan Jack O’Brien kecil, Hunter McCracken. Disamping penampilan Brad Pitt yang perannya sebagai seorang ayah yang disiplin sangat baik, Jessica Chastain yang mampu mengimbanginya dengan menumbuhkan chemistry sangat kuat dengan Brad Pitt, serta Sean Penn dengan penampilannya yang tidak terlalu banyak namun memiliki peran yang sangat penting, Hunter McCracken hadir dengan pesonanya sendiri memerankan Jack O’Brien kecil dengan sangat sempurna. Dia mampu bermain cemerlang bersama aktor dan aktris berkelas. Bahkan aku berpikir bahwa film ini bisa saja disebut sebagai filmnya Hunter McCracken. Dialah kunci utama bagaimana penggambaran kehidupan Jack O’Brien saat kecil. Ekspresi dan sikapnya seakan sedang tidak berakting.
Terrence Malick telah sukses menyampaikan film ini dengan visual dahsyat dan dialog-dialog pendek yang puitis.
9/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar