Tidak semua kalangan bisa menyukai jenis
film seperti ini. Dengan cerita yang tidak mudah dimengerti dan jalan cerita
yang rumit, sulit untuk bisa memahami apa isi film ini sesungguhnya. Apalagi
sutradara, Terrence Malick, yang juga menjadi penulis naskah film ini, terkenal
dengan idealisme dan jalan pikirannya yang membuat penonton tidak mudah begitu
saja memahami isi pikiranya yang tidak biasa. Film ini sebenarnya memiliki
cerita kehidupan yang tidak jauh berbeda dengan film-film kehidupan yang lain.
Hanya saja dalam film ini, Terrence Malick menyampaikannya dengan sangat unik.
Sebuah fenomena alam dan interaksi antar makhluk hidup lain selain manusia,
semuanya ditampilkan dalam film ini pada tiga puluh menit pertama. Aku sempat
dibuat jenuh dan bosan ketika adegan fenomena dan kejadian alam itu muncul. Apa
yang sesungguhnya hendak disampaikan sang penulis disini. Jelas itu membuatku
heran sekaligus bertanya-tanya. Sekalipun dia menciptakan visualisasi yang
memukai disertai narasi puitis yang indah, tetap saja aku tidak cepat mengerti.
Garis besar film ini terpusat pada
seorang pria paruh baya yang bernama Jack (Sean Penn), yang berusaha memahami
kehidupan. Baginya memahami kehidupan bukanlah sesuatu yang mudah. Diusianya
yang sudah tidak muda lagi, dia masih memilki banyak pertanyaan mengenai sebuah
kehidupan. Semuanya tidak terlepas dari kehidupan masa kecilnya yang masih
membekas. Jack kecil (Hunter McCracken) mendapatkan perlakuan yang baik dan
penuh kelembutan dari ibunya, Mrs. O’Brien (Jessica Chastain). Berbanding
terbalik dari perlakuan ayahnya Mr. O’Brien (Brad Pitt) yang menanamkan
kedisiplinan ketat dan sikap yang keras. Akhirnya membuat jiwanya tidak seimbang.
Ditambah lagi dengan pertengkaran kedua orang tuanya yang membuatnya frustasi.
Semua itu membawanya pada sebuah titik dimana dia dihadapkan pada kehidupan
yang tidak sesuai dengan perkiraannya. Tuhan yang selama ini dia sembah, seakan
tidak hadir membantu kehidupannya. Dia
mulai mempertanyakan eksistensi Tuhan. Akan tetapi, saat Jack O’Brien beranjak
dewasa. Dia mulai bisa memaafkan sikap ayahnya yang selama ini dia benci. Dia
mulai mengarungi kehidupan dengan jalan hidup dan caranya sendiri.
Aku harus berpikir keras untuk dapat
mengikuti film ini dengan mudah. Aku harus mengamati setiap gambar yang hadir
dan dialog-dialog pendek yang bisa membawaku ke dunia kehidupan Jack.
Potongan-potongan gambar kenangan dari masa kecil Jack ditampilkan dengan tidak
berlebihan. Dari mulai lahir hingga menjelang remaja, pertumbuhannya, hubungan
dengan kedua adiknya, kenakalan remaja, perlakuan orang tua terhadapnya,
kebebasan berekspresi, perlawanannya kepada kehdupan yang tidak sesuai dengan
hati dan pikirannya, pertanyaan seputar kehidupan, semuanya ditampilkan dengan
sangat indah tanpa banyak dialog yang menyertai. Jelas ini bukan film untuk
dinikmati disaat pikiran lagi tidak enak. Butuh kesabaran dan hati-hati dalam
mencerna film ini. Menurutku itu semua tidak menjadi masalah. Film ini sudah
sangat menghibur dengan jalan cerita yang menarik dan pesannya yang berbobot.
Dengan visualisai yang tajam mengartikan kejadian alam yang saling berhubungan
dengan kehidupan manusia serta dialog-dialog singkat yang dengan jelas
menyampaikan sebuah pesan, aku sudah sangat terkesan dengan film ini.
Terakhir aku sangat mengapresiasi aktor
remaja yang memerankan Jack O’Brien kecil, Hunter McCracken. Disamping
penampilan Brad Pitt yang perannya sebagai seorang ayah yang disiplin sangat
baik, Jessica Chastain yang mampu mengimbanginya dengan menumbuhkan chemistry
sangat kuat dengan Brad Pitt, serta Sean Penn dengan penampilannya yang tidak
terlalu banyak namun memiliki peran yang sangat penting, Hunter McCracken hadir
dengan pesonanya sendiri memerankan Jack O’Brien kecil dengan sangat sempurna.
Dia mampu bermain cemerlang bersama aktor dan aktris berkelas. Bahkan aku
berpikir bahwa film ini bisa saja disebut sebagai filmnya Hunter McCracken.
Dialah kunci utama bagaimana penggambaran kehidupan Jack O’Brien saat kecil.
Ekspresi dan sikapnya seakan sedang tidak berakting.
Terrence Malick telah sukses
menyampaikan film ini dengan visual dahsyat dan dialog-dialog pendek yang
puitis.
9/10

Tidak ada komentar:
Posting Komentar