Film dari The Twilight Saga ini memiliki
fans dan haters yang berimbang.
Ketika banyak yang mencaci saga ini, banyak pula yang senantiasa memujinya.
Lucunya adalah para haters pun
mencoba untuk sengaja menonton saga ini agar bisa tahu apa yang mesti dikritik.
Ujung-ujungnya baik fans maupun haters, keduanya akhirnya menonton The Twilight
Saga ini.
Saya termasuk fans berat The Twilight
Saga. Film ini merupakan film yang sangat saya tunggu-tunggu. Setelah empat
bukunya sudah saya baca dan ketiga filmnya beres saya tonton, menyaksikan film
ini adalah agenda wajib yang tidak boleh saya lewatkan. Film yang menjadi
bagian pertama dari buku terakhir _yang ceritanya dibagi menjadi dua film ini,
menurut saya lebih baik dari film-film sebelumnya dalam hal penyampaian dan isi
cerita. Meski dalam hal aksi masih kalah dibanding ‘Eclipse’, namun itu tidak
menjadikan ‘Breaking Dawn Part 1’ berkurang nilainya, justru itu menjadi titik
pembeda, bahwa film ini memiliki aura lain dari sebuah saga Twilight.
Dalam film ini Bella Swan (Kristen
Stewart) dan vampir Edward Cullen (Robert Pattinson) memutuskan untuk menikah
dan pergi ke Rio de Janeiro untuk bulan madu. Dalam waktu singkat, setelah
mereka berdua bersama di Rio de Janeiro itu, Bella mengetahui bahwa dirinya
hamil. Kehamilan Bella tidak seperti orang hamil pada umumnya. Perutnya cepat
membesar disaat usia kehamilannya masih sangat muda. Kehamilan itulah yang
akhirnya menimbulkan konflik baru. Bukan saja diantara Bella, Edward dan Jacob,
melainkan Klan Volturi yang siap siaga menghadapi makhluk baru yang dikandung
Bella. Disaat situasi genting proses melahirkan, akhirnya Edward memenuhi
keinginan Bella untuk hidup abadi. Saya suka sekali adegan diakhir cerita film
ini. Sangat berbeda dengan film-film Twilight Saga yang lain.
Film keempat ini sungguh membuat
penasaran. Adegan yang paling ditunggu-tunggu adalah Pesta Pernikahan Edward
Cullen dan Bella Swan. Banyak yang menanti akan seperti apakah pesta itu.
Mengingat banyak sekali ekpektasi pembaca yang memiliki imajinasi masing-masing
yang berbeda mengenai pernikahan itu. Termasuk saya sendiri yang begitu
penasaran akan jadi seperti apa jika ditampilkan ke dalam layar lebar. Meskipun
saya tahu ceritanya seperti apa, tetap saja selalu menunggu akan seperti apa
hasil dalam visualisasinya. Tidak mengecewakan. Cukup mengesankan.
Film ini jelas memiliki keunikan
tersendiri dibanding dengan ketiga film pertama Twilight Saga.
8/10

