Minggu, 16 September 2012

We Bought a Zoo (2011)



Aku tidak pernah memilih film ini sebagai salah satu tontonan untukku. Terlebih aku tidak terlalu tertarik dengan judulnya. Akhirnya aku mematahkan alasan itu. Semuanya berawal ketika salah satu sahabatku merekomendasikan film ini untuk dinikmati ceritanya tanpa melihat latar belakang judulnya. Tanpa banyak basa-basi _karena aku sangat percaya dengan sahabatku, aku memutuskan untuk menonton film ini.
Ini adalah film keluarga yang kisahnya diambil dari riwayat hidup Benjamin Mee, yang diperankan dengan sangat baik oleh Matt Damon. Benjamin Mee adalah seorang jurnalis yang memutuskan untuk memulai kehidupan baru bersama kedua anaknya setelah istrinya meninggal. Dia ingin melepaskan kenangan bersama istrinya yang tetap melekat dilingkungan tempat tinggalnya yang lama. Apalagi dia merasa tidak sanggup menangani kedua anaknya, Dylan 14 tahun (Colin Ford) dan Rosie 7 tahun (Thomas Haden Church), dengan kesibukannya sebagai jurnalis yang lebih sering bekerja dilapangan. Belum lagi ketika anak sulungnya, Dylan, dikeluarkan dari sekolah karena salah satu idenya yang aneh dan tidak sesuai dengan usianya, akhirnya Benjamin Mee mulai memutuskan untuk mengubah kehidupannya. Dia memilih untuk meninggalkan semua kenangannya dibelakang dengan mencari tempat tinggal baru. Tidak disangka dia membeli sebuah rumah besar dengan halaman luas, yang juga merupakan bagian dari sebuah kebun binatang. Kedua anaknya lah yang menjadi alasan terbesar dia memilih tempat itu.
Disana mereka bertemu dengan orang-orang yang mengurus kebun binatang itu sebelumnya.  Salah satunya adalah Kelly Foster (Scarlett Johansson) sang kepala kebun binatang. Konflik berlangsung. Sesuai persyaratan, dengan membeli rumah itu, Benjamin Mee  bertanggung jawab membuka kembali kebun binatang itu dengan baik serta memberikan kepuasan dan kenyamanan kepada pengunjung nantinya. Hanya saja itu tak semudah perkiraannya. Dia mulai menemukan beberapa hal yang tidak sesuai dengan prediksinya. Tak mudah menghadapi para binatang-binatang itu. Selain karena dia tidak menguasai keahlian dalam memelihara binatang, sulit juga untuk membangun dan mendapatkan ijin untuk membuka kebun binatang itu dengan cepat. Banyak persyaratan yang mesti dia patuhi dan membutuhkan biaya yang sangat besar. Tapi itu tak membuatnya berhenti.
Dia juga dihadapkan pada masalah putranya yang mulai memasuki usia remaja. Hubungannya dengan Dylan memang tidak terlalu baik. Ada kerenggangan diantara mereka. Dylan merasakan kurangnya perhatian dan kasih sayang dari ayahnya yang lebih memperhatikan Rosie, adiknya. Sehingga itu membuatnya menjadi anak yang sedikit memberontak. Ada satu adegan yang menjadi eksekusi komunikasi antara Dylan dan ayahnya. Aku merasakan emosi yang begitu besar saat ayahnya, Benjamin Mee bertengkar hebat dengan Dylan. Aku ikut terbawa suasana. Aku bisa mengerti bagaimana perasaan Dylan yang penuh dengan kekecewaan dan kebencian, aku bisa tahu apa maksud sesungguhnya dari Benjamin Mee, sekalipun dia tampak begitu marah dan dipenuhi emosi yang besar. Semuanya terlihat dari ekspresi keduanya yang terlihat sangat meyakinkan dan dialog diantara mereka yang baik.
Tidak lupa disini ada penampilan dari adik Dakota Fanning, Elle Fanning yang cukup mengesankan sebagai seorang gadis yang tertarik kepada Dylan. Chemistry diantara mereka cukup terjalin dengan baik.
Terakhir, film ini sangat ringan untuk dinikmati tanpa membiarkan pesan film yang terlewat. Ending dari film ini menjelaskan bahwa perjuangan yang keras dan panjang, akan selalu memberikan hasil yang lebih baik dari sebelumnya. Matt Damon sekali lagi membuktikan aktingnya dan melepaskan image Jason Bourne yang sudah melekat kuat didirinya, sementara Scarlett Johansson, walaupun tidak menampilkan sesuatu yang spesial, dia sudah mampu membawa film ini menjadi lebih berwarna.
8/10

Selasa, 11 September 2012

Pintu Terlarang (2009)



Joko Anwar adalah salah satu sutradara Indonesia yang hebat menurutku. Karyanya yang selalu memiliki tema yang unik dan menarik, membuatku tak bisa begitu saja melewatkan karyanya begitu saja. Dia selalu memiliki cerita baru yang sangat berbeda dari kebanyakan sutradara lain di Indonesia. Termasuk salah satu filmnya yang berjudul Pintu Terlarang. Film ini dirilis setelah sebelumnya dia sudah mengeluarkan film Janji Joni (2005) dan Kala (2007)
Pintu Terlarang menurutku memiliki genre yang digabung-gabungkan antara drama, horror, dan thriller. Dari awal cerita film ini sudah menyuguhkan misteri yang menyudutkanku berspekulasi bahwa ini adalah film thriller. Gambir (Fachri Albar) adalah seorang pematung sukses yang memiliki hubungan dengan seorang wanita bernama Talyda (Marsha Timothy). Ada pertanyaan besar terhadap sikap yang dilakukan Talyda di awal film. Aku langsung merasakan ada keganjilan yang terlihat dari sikap Talyda. Apa sesungguhnya yang sedang Talyda lakukan dan apa tujuannya? Ada sesuatu yang sedang disembunyikannya dari Gambir. Itulah tebakanku.
Kehamilan Talyda diluar nikah membuatnya memutuskan untuk melakukan aborsi terhadap bayi yang dikandungnya. Gambir tidak bisa melakukan apa-apa. Dia terlalu polos untuk melarang bahkan memarahi Talyda. Baginya apapun akan dilakukan buat seseorang yang sangat dicintainya. Bahkan ketika Talyda mulai menyuruh Gambir menaruh janinnya didalam perut sebuah patung ibu hamil, dengan bimbang Gambir tetap menuruti permintaan Talyda. Sekalipun saat itu Gambir mulai merasakan ada yang tidak beres dengan semua yang dilakukannya.
Tidak hanya itu, keanehan menyeruak ketika Gambir mulai membeli setiap janin yang ada di klinik tersebut dan menaruh janin-janin itu disetiap patung ibu hamil yang dia buat. Tanpa memandang sisi kemanusiaan, Gambir siap melakukan apa yang diperintahkan Talyda kepadanya dengan alasan untuk meningkatkan penjualan patungnya agar terlihat lebih hidup dengan menaruh sesuatu yang hidup juga. Kejam. Itulah kata pertama yang keluar dari mulutku.
Aku mulai merasakan ada nuansa horror di film ini, setelah Gambir dan Talyda meresmikan hubungan mereka dengan melangsungkan pernikahan. Kemunculan seorang anak yang sering meminta tolong kepada Gambir dan sebuah tulisan ‘tolong aku’ yang sering muncul tiba-tiba dihadapannya, membawaku pada suasana yang penuh misteri. Apakah anak itu adalah jiwa janin yang tidak tenang?
Ternyata anak itu malah membawa Gambir ke suatu tempat yang bernama Herosase. Disana dia menemukan sesuatu yang sangat mencurigakan. Rasa penasaran semakin membuatnya marah ketika secara kebetulan dia bertemu dengan sahabat karibnya Dandung (Ario Bayu) disana. Dandung tidak tega membiarkan Gambir yang tertekan rasa penasaran. Akhirnya Dandung mulai memperkenalkan Herosase kepada Gambir. Herosase memiliki sebuah ruangan yang bisa disewa. Di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah TV yang disertai sebuah menu yang bisa memilih channel video-video amatir yang didapatkan dari kamera CCTV yang ditempatkan dirumah-rumah secara tersembunyi. Mengerikannya, video-video yang ditampilkan adalah gambar-gambar tindakan kekerasan atau tindakan kejahatan atau beberapa hal yang tidak lajim. Saat itu juga film ini membawaku kembali pada nuansa thriller yang hebat. Dengan mentalnya yang lemah, Gambir tak kuasa menyaksikan gambar-gambar kekerasan itu. Dia frustasi.
Dan rasa frustasinya meningkat ketika dia menemukan video-video yang menguak tentang rahasia istri dan kedua sahabat terdekatnya. Alasan itu pula yang akhirnya mengubah Gambir yang polos berubah menjadi sesuatu yang jahat. Gambir mengeksekusinya dengan santai  namun menegangkan serta sangat mengerikan. Disanalah adegan puncak film ini berlangsung. Gambir yang innocent mampu berbuat hal yang tidak pernah dia lakukan hanya karena sebuah pengkhiatan. Kemudian, tanpa menunggu lama, Gambir mulai membongkar Pintu Terlarang itu dan masuk ke dalamnya. Adegan di ruangan itu membuat jantungku kembali berpacu dengan cepat. Ada hal yang menciptakan keterkejutan hebat dalam diriku. Siapakah Gambir sebenarnya? Apa yang terjadi padanya?
Gambir berada didalam rumah sakit jiwa. Dialog antara wartawati (Marsha Timothy) dan pelayan rumah sakit jiwa (Ario Bayu) memberikanku jawaban dari film Pintu Terlarang ini.
Ending saat seorang pria (Rio Dewanto) sedang melakukan penebusan dosa kepada Pastor, _yang masih diperankan oleh Fachri Albar, menjelaskan bahwa Pintu Terlarang maksudnya adalah pintu yang menuju masa lalu yang kelam. Maka tutuplah dan jangan pernah mencoba membukanya. Jika mencoba membuka Pintu Terlarang, maka kau akan kembali mengingat semua masa lalu yang suram itu.
8/10