Aku tidak pernah memilih film ini
sebagai salah satu tontonan untukku. Terlebih aku tidak terlalu tertarik dengan
judulnya. Akhirnya aku mematahkan alasan itu. Semuanya berawal ketika salah
satu sahabatku merekomendasikan film ini untuk dinikmati ceritanya tanpa
melihat latar belakang judulnya. Tanpa banyak basa-basi _karena aku sangat
percaya dengan sahabatku, aku memutuskan untuk menonton film ini.
Ini adalah film keluarga yang kisahnya
diambil dari riwayat hidup Benjamin Mee, yang diperankan dengan sangat baik
oleh Matt Damon. Benjamin Mee adalah seorang jurnalis yang memutuskan untuk
memulai kehidupan baru bersama kedua anaknya setelah istrinya meninggal. Dia
ingin melepaskan kenangan bersama istrinya yang tetap melekat dilingkungan
tempat tinggalnya yang lama. Apalagi dia merasa tidak sanggup menangani kedua
anaknya, Dylan 14 tahun (Colin Ford) dan Rosie 7 tahun (Thomas Haden Church),
dengan kesibukannya sebagai jurnalis yang lebih sering bekerja dilapangan.
Belum lagi ketika anak sulungnya, Dylan, dikeluarkan dari sekolah karena salah
satu idenya yang aneh dan tidak sesuai dengan usianya, akhirnya Benjamin Mee
mulai memutuskan untuk mengubah kehidupannya. Dia memilih untuk meninggalkan
semua kenangannya dibelakang dengan mencari tempat tinggal baru. Tidak disangka
dia membeli sebuah rumah besar dengan halaman luas, yang juga merupakan bagian
dari sebuah kebun binatang. Kedua anaknya lah yang menjadi alasan terbesar dia
memilih tempat itu.
Disana mereka bertemu dengan orang-orang
yang mengurus kebun binatang itu sebelumnya.
Salah satunya adalah Kelly Foster (Scarlett Johansson) sang kepala kebun
binatang. Konflik berlangsung. Sesuai persyaratan, dengan membeli rumah itu,
Benjamin Mee bertanggung jawab membuka
kembali kebun binatang itu dengan baik serta memberikan kepuasan dan kenyamanan
kepada pengunjung nantinya. Hanya saja itu tak semudah perkiraannya. Dia mulai
menemukan beberapa hal yang tidak sesuai dengan prediksinya. Tak mudah
menghadapi para binatang-binatang itu. Selain karena dia tidak menguasai
keahlian dalam memelihara binatang, sulit juga untuk membangun dan mendapatkan
ijin untuk membuka kebun binatang itu dengan cepat. Banyak persyaratan yang
mesti dia patuhi dan membutuhkan biaya yang sangat besar. Tapi itu tak
membuatnya berhenti.
Dia juga dihadapkan pada masalah
putranya yang mulai memasuki usia remaja. Hubungannya dengan Dylan memang tidak
terlalu baik. Ada kerenggangan diantara mereka. Dylan merasakan kurangnya
perhatian dan kasih sayang dari ayahnya yang lebih memperhatikan Rosie,
adiknya. Sehingga itu membuatnya menjadi anak yang sedikit memberontak. Ada
satu adegan yang menjadi eksekusi komunikasi antara Dylan dan ayahnya. Aku
merasakan emosi yang begitu besar saat ayahnya, Benjamin Mee bertengkar hebat
dengan Dylan. Aku ikut terbawa suasana. Aku bisa mengerti bagaimana perasaan
Dylan yang penuh dengan kekecewaan dan kebencian, aku bisa tahu apa maksud
sesungguhnya dari Benjamin Mee, sekalipun dia tampak begitu marah dan dipenuhi
emosi yang besar. Semuanya terlihat dari ekspresi keduanya yang terlihat sangat
meyakinkan dan dialog diantara mereka yang baik.
Tidak lupa disini ada penampilan dari
adik Dakota Fanning, Elle Fanning yang cukup mengesankan sebagai seorang gadis
yang tertarik kepada Dylan. Chemistry diantara mereka cukup terjalin dengan
baik.
Terakhir, film ini sangat ringan untuk
dinikmati tanpa membiarkan pesan film yang terlewat. Ending dari film ini
menjelaskan bahwa perjuangan yang keras dan panjang, akan selalu memberikan
hasil yang lebih baik dari sebelumnya. Matt Damon sekali lagi membuktikan aktingnya
dan melepaskan image Jason Bourne yang sudah melekat kuat didirinya, sementara
Scarlett Johansson, walaupun tidak menampilkan sesuatu yang spesial, dia sudah
mampu membawa film ini menjadi lebih berwarna.
8/10

