Minggu, 22 September 2013

In Time (2011)



Film ‘In Time’ tersimpan rapi dalam koleksian saya sudah cukup lama. Film ini rilis tahun 2011 dan saya baru bisa menonton film ini pada bulan September 2013. Tentu saja ini lebih dari pada telat, karena jeda sejak film ini dirilis hingga saya menontonnya sekitar setahun lebih. Namun, meskipun begitu, cerita itu tidaklah menjadi basi. Kapanpun saya menontonnya, cerita dari sebuah film akan tetap bisa dinikmati. Karena cerita sebuah film tidak terbatas oleh waktu.
‘In Time’ merupakan film fiksi ilmiah yang dimainkan oleh kedua pemain Hollywood yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Film ini dibintangi oleh dua bintang keren, yaitu Justin Timberlake dan Amanda Seyfried. Tema utama yang diangkat dalam film ini adalah sebuah waktu. Waktu akan berhenti pada usia 25 tahun. Setelah usia tersebut kehidupan akan diatur oleh seberapa banyak waktu yang didapatkan. Waktu menjadi mata uang dalam kehidupan film fiksi ilmiah ini, sehingga semakin banyak waktu yang didapatkan semakin banyak pula waktu bagi kehidupannya. Namun, karena waktu itu juga kehidupan setiap orang menjadi berkelas-kelas. Tidak semua orang bebas mendapatkan waktu, hanya orang-orang kayalah yang mampu memiliki banyak waktu.   
‘In Time’ bercerita mengenai Will Salas (Justin Timberlake) yang mendapatkan waktu selama 105 tahun dari seseorang yang sudah jenuh dengan kehidupannya. Oleh sebab itu, dia akhirnya dikejar-kejar oleh preman waktu yang selalu mencuri waktu dengan paksa dari orang-orang. Namun disaat yang bersamaan, justru keadaan berbanding terbalik dengan ibunya Salas yang harus menerima kenyataan bahwa waktu tidak mampu membawanya pada kehidupan berikutnya karena kenaikan harga waktu yang tiba-tiba. Ibu Will Salas meninggal di depan matanya sendiri. Hal itulah yang akhirnya membuat Will Salas berniat untuk melakukan pembalasan dendam terhadap orang-orang bangsawan yang memiliki waktu ratusan tahun. Pada saat itulah dia bertemu dengan Sylvia (Amanda Seyfried). Sylvia adalah putri dari seorang konglomerat waktu yang akhirnya dijadikan sandera oleh Will Salas. Akan tetapi, pada akhirnya Sylvia justru malah berbalik membantu Will Salas dalam menghadapi kejahatan ayahnya.
Melihat kedua bintang ini bermain di film ini, dari awal saya menjamin film ini akan bagus hasilnya. Chemistry diantara keduanya benar-benar mengesankan. Tidak salah memasang Justin Timberlake masuk ke dalam film ini, Mr. Timberlake memang semakin meyakinkan dan semakin matang dalam berakting. Hal yang sama terjadi pula kepada  Amanda Seyfried yang tidak bisa diragukan kemampuannya. Selain itu, yang mampu menjadikan film ini menarik adalah tema fiksi ilmiah yang dibawakannya. Ceritanya sangat menarik untuk disampaikan, apalagi dengan dukungan visual efek yang tidak terlalu berlebihan. Terbukti tak ada kekecewaan sama sekali.
8/10

1 komentar: