Film
‘In Time’ tersimpan rapi dalam
koleksian saya sudah cukup lama.
Film ini rilis tahun 2011 dan saya baru bisa menonton
film ini pada bulan September 2013. Tentu saja ini lebih dari pada telat,
karena jeda sejak film ini dirilis hingga saya menontonnya sekitar setahun
lebih. Namun, meskipun begitu, cerita itu tidaklah menjadi basi. Kapanpun saya
menontonnya, cerita dari sebuah film akan tetap bisa dinikmati. Karena cerita
sebuah film tidak terbatas oleh waktu.
‘In Time’ merupakan film fiksi
ilmiah yang dimainkan oleh kedua pemain Hollywood yang sudah tidak diragukan
lagi kualitasnya. Film ini dibintangi oleh dua bintang keren, yaitu Justin Timberlake dan Amanda Seyfried. Tema utama
yang diangkat dalam film ini adalah sebuah waktu. Waktu akan berhenti pada usia
25 tahun. Setelah usia tersebut kehidupan akan diatur oleh seberapa banyak
waktu yang didapatkan. Waktu menjadi mata uang dalam kehidupan film fiksi
ilmiah ini, sehingga semakin banyak waktu yang didapatkan semakin banyak pula
waktu bagi kehidupannya. Namun, karena waktu itu juga kehidupan setiap orang
menjadi berkelas-kelas. Tidak semua orang bebas mendapatkan waktu, hanya
orang-orang kayalah yang mampu memiliki banyak waktu.
‘In Time’ bercerita mengenai
Will Salas (Justin
Timberlake) yang mendapatkan waktu selama
105 tahun dari seseorang yang sudah jenuh dengan kehidupannya. Oleh sebab itu,
dia akhirnya dikejar-kejar oleh preman waktu yang selalu mencuri waktu dengan
paksa dari orang-orang. Namun disaat yang bersamaan, justru keadaan berbanding
terbalik dengan ibunya Salas yang harus menerima kenyataan bahwa waktu tidak
mampu membawanya pada kehidupan berikutnya karena kenaikan harga waktu yang
tiba-tiba. Ibu Will Salas meninggal di depan matanya sendiri. Hal itulah yang
akhirnya membuat Will Salas berniat untuk melakukan pembalasan dendam terhadap
orang-orang bangsawan yang memiliki waktu ratusan tahun. Pada saat itulah dia
bertemu dengan Sylvia (Amanda
Seyfried).
Sylvia adalah putri dari seorang konglomerat waktu yang
akhirnya dijadikan sandera oleh Will Salas. Akan tetapi, pada akhirnya Sylvia
justru malah berbalik membantu Will Salas dalam menghadapi kejahatan ayahnya.
Melihat kedua bintang ini bermain di film ini, dari
awal saya menjamin film ini akan bagus hasilnya. Chemistry diantara keduanya benar-benar mengesankan. Tidak salah memasang
Justin Timberlake masuk ke dalam film ini, Mr. Timberlake memang semakin
meyakinkan dan semakin matang dalam berakting. Hal yang sama terjadi pula
kepada Amanda Seyfried yang tidak bisa
diragukan kemampuannya. Selain itu, yang mampu menjadikan film ini menarik
adalah tema fiksi ilmiah yang dibawakannya. Ceritanya sangat menarik untuk
disampaikan, apalagi dengan dukungan visual efek yang tidak terlalu berlebihan.
Terbukti tak ada kekecewaan sama sekali.
8/10

Jadi nostalgia lagi penegen nonton pilem ini
BalasHapus